pengolahan medePengolahan kacang mete yang kami lakukan masih menggunakan alat-alat manual yang sederhana. Mulai dari pengacipan sampai pada pengupasan kulit ari dan pengemasan masih menggunakan tenaga manual manusia.

Kacip yang digunakan adalah kacip manual yang terbuat dari besi dan kayu. Sementara pengupasan kulit ari juga menggunakan alat sederhana yang terdiri dari wajan dan talang yang di dalamnya diisi air dan dipanaskan.

Ada beberapa tahapan dalam pengolahan kacang mete

1. Pegeringan dan Pemilihan Mete Gelondongan

kacang mete gelondongan

Mete Gelondongan

Kebanyakan mete gelondongan yang kami beli dari petani adalah mete gelondongan dengan kadar air yang sangat tinggi. Untuk mengurangi kadar air maka kita menjemur untuk menurunkan kadar air.
Tujuannya adalah untuk memudahkan pengolahan pada saat pengacipan kacang mete gelondongan. Kacang mete gelondongan dengan kadar air yang tinggi menyebabkan hasil olahan banyak yang tidak utuh dan kacang mete olahan tercemari minyak kulit mete yang mengganggu tenggorokan.
Pada proses penjemuran kami hanya menggunakan tenaga sinar matahari. Kacang mete gelondongan dijemur dipanas terik selama kira-kira dua hari dan diperkirakan kadar air 8-6%.
Setelah dijemur dua hari kacang mete gelondongan bisa dioleh setelah didingikan selama beberapa menit. Kacang mete gelondongan tidak bisa dikeringkan melebihi batas yang ditentunakan
antara 8-6% karena kacang mete gelondongan yang terlalu kering akan menyebabkan mete akan mudah patah pada saat pengacipan sehingga banyak hasil olahan yang tidak utuh.
Pemilihan kacang mete gelondongan untuk memisahkan kacang mete yang bermutu dapat dilakukan sebelum atau sesudah penjemuran. Kacang mete gelondongan yang berkecambah dipisahkan dengan kacang mete yang sehat. Setelah dipisahkan kacang mete gelondong dapat diolah atau dilakukan pengacipan.

2. Pengacipan

Sebelum pengacipan, alat-alat yang dibutuhkan seperti alat kacip, karung, kapur, penyungkil dan wadah.

kacip  ceklok

Kacip Ceklok

  • Kacip berfungsi untuk membelah kacang mete gelondongan.
  • Karung berfungsi sebagai pengalas pada saat mengacip kacang mete dan menampung kulit mete.
  • Kapur berfungsi untuk menetralisir minyak kulit mete yang berbahaya untuk kulit.
  • Penyungkil berfungsi untuk memisahkan mete yang masih melekat dengan kulit mete.
  • Wadah penyimpan olahan untuk menyimpan hasil olahan.

Langkah – langkah pengacipan :
Letakan alat kacip pada permukaan yang rata agar kacip tidak bergerak pada saat pengacipan berlangsung. Siapkan material kacang mete gelondongan dan penyungkil di atas kacip tersebut serta kapur.
Seteleh semua alat dapat digunakan maka pengacipan dapat dilakukan.

  1. Letakan material kacang mete pada mata keacip bagian bawah lekukan kacang mete gelondongan menghadap keatas pada mata kacip bagian atas.
  2. Mata kacip atas diturunkan dengan menggunakan tangan kanan sementara tangan kiri tetap memegang material kacang mete.
  3. Kacip bagian atas ditekan kebawah sampai mengeluarkan bunyi. Kacip yang ditekan tidak boleh sampai membelah dua kacang mete gelondongan.
  4. Mata kacip di gerakan kekanan untuk memisahkan mete dengan kulit apabila mete dan kulit belum terpisah maka kita menggunakan penyungkil untuk memisahkannya.
  5. Minyak mete yang melengket ditangan dinetralisir dengan menggunkan kapur. Tangan yang berminyak dicelupkan ke dalam kapur. Agar hasil olahan tidak tercemari minyak mete yang membahayakan tenggorakan sebaiknya mete dan kulitnya langsung dipisahkan.

Mete yang dibiarkan dengan kulitnya maka secara perlahan-lahan minyak dari kulit mete akan mencemari mete olahan. Mete yang tercemari minyak mete dapat ditandai dengan warna mete yang kekuning-kuningan.

3. Pengupasan Kulit Ari

pemanasan kacang mete

Tempat Memanaskan Mete

Sebelum pengupasan kulit ari mete harus dijemur dipanas matahari sekitar 2-3 jam untuk mempermudah proses pengupasan kulit ari.

Alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

  • Wajan sebagai wadah untuk memanaskan air yang akan digunakan uapnya untuk memanaskan mete sebelum pengupasan kulit ari
  • Talang sebagai wadah yang digunakan untuk meletakkan kacang mete pada saat dipanaskan.
  • Air. Menggunakan air karena mencegah kegosongan pada saat memanaskan kacang mete.
  • Tungku dan kayu bakar

Langkah-langkah pengupasan kulit adalah sebagai berikut :
Wajan diisi air secukupnya kemudian letakan talang di atasnya dan dipanaskan diatas tungku. Setelah air mendidih kacang mete yang akan dikupas arinya diletakan diatas talang.
Tunggu sampai kacang panas dan kacang mete bisa dikupas dengan menggunakan tangan. Kacang mete yang dikupas harus dilakukan perlahan untuk mengurangi junlah kacang mete yang tidak utuh. Kacang mete yang belum bisa dikupas dengan tangan kembali dipanaskan.

 

4. Pengeringan Hasil Olahan

Kacang mete yang telah dikupas arinya di keringkan kembali untuk meningkatkan ketahanan dalam penyimpanan. Semakin kering kacang mete maka semakin lama bertahan dari kerusakan. Untuk mengeringkan, kacang mete diletakkan dipanas matahari selama 4-5 jam.

 

5. Penyortiran Kacang

grade kacang mete

Grade Kacang Mete

Setelah kering kacang mete disortir, dipisahkan kacang mete yang berwarna kehitaman karena kecambah, kacang mete yang tidak utuh dan utuh.
Setelah dipisahkan kacang mete disimpan dalam wadah plastik dan menutup dengan rapat wadah tersebut.

Kernel, utuh dan patah, diurutkan menjadi 6 jadwal grading. Hanya ada sedikit permintaan untuk kacang mete rusak atau gelap dan yang pecah.